Fintech Syariah Menurut Data Fintech Indonesia

Membuat transaksi keuangan lebih cepat dan mudah, itulah yang menjadi alasan hadirnya fintech. Tidak hanya fintech konvensional, tetapi juga fintech syariah hadir untuk memenuhi kebutuhan finansial masyarakat.

Kehadiran fintech telah mengubah uang kertas menjadi uang digital. Tujuannya agar lebih efisien. Transaksi lewat e-commerce atau ojol juga termasuk dalam transaksi fintech yang ternyata jarang diketahui oleh masyarakat.

Ada banyak jenis fintech yang berkembang di Indonesia, dan yang paling banyak diketahui oleh masyarakat Indonesia adalah fintech peer to peer lending atau fintech pinjaman modal melalui sistem elektronik.

Fintech P2P lending tidak ada hanya ada satu saja, tetapi ada dua jenis yakni fintech konvensional dan syariah seperti yang sudah disebut di atas.

Untuk fintech berbasis syariah sendiri belum lama hadir, dan promo yang ditawarkan pun tidak seperti fintech konvensional. Sehingga belum banyak orang yang kenal dengan fintech yang satu ini.

Nah, penasaran bukan dengan sejarah dari fintech jenis syariah ini? Yuk, simak ulasannya agar lebih paham!

Sejarah Fintech Syariah

Fintech sudah ada kurang lebih sepuluh tahunan di Indonesia, dan tercatat ada sekitar 180 perusahaan yang mendaftar ke OJK. Namun, yang tercatat resmi hanya 63 dan sisanya masih mengajukan surat konfirmasi OJK.

Secara umum fintech-fintech ini berazas konvensional. Baru pada tahun 2018, muncul fintech-fintech berbasis syariah sesuai syariat Islam. Menurut data fintech Indonesia 2021, saat ini ada 17 fintech berbasis syariah yang terdaftar dan diawasi OJK.

Beda Fintech Syariah dan Konvensional

Banyak yang beranggapan bahwa fintech konvensional berbeda dengan fintech berbasis syariah. Sebenarnya, antara fintech berbasis syariah dan konvensional, keduanya sama saja.

Perbedaan yang terdapat pada kedua jenis fintech ini hanyalah pada akad pembiayaan. Fintech berbasis syariah dalam pelaksanaannya mengikuti aturan-aturan dari syariat dengan tiga prinsip dasar, yaitu:

  • Tidak boleh maisir/bertaruh
  • Gharar/ketidakpastian
  • Riba/jumlah bunga melewati ketetapan

Meski fintech syariah tidak memakai hitungan bunga, bukan berarti tidak ada denda apabila terlambat membayar. Jangan sampai beban hutang bertambah karena denda keterlambatan. Bayarlah tepat waktu pinjaman sesuai perjanjian.