Investor Pemula, Yuk Kenali Jenis – Jenis Saham Ini Sebelum Mulai Berinvestasi !

Bos BI Prediksi Investasi Sanggup Topang Ekonomi Indonesia di 2022

Saham adalah bukti penyertaan atau kepemilikan seseorang dalam suatu perusahaan ataupun perseroan terbatas. Jika kamu memiliki saham, maka kamu pun bisa disebut sebagai owner atau pemilik perusahaan, tergantung seberapa besar porsi kepemilikan saham kamu di perusahaan tersebut.

Wujudnya berupa selembar kertas yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan dan menyatakan bahwa pemilik kertas yang namanya tercantum didalam surat tersebut merupakan pemilik perusahaan sesuai dengan porsi berapa persen atau berapa banyak penyertaan yang diinvestasikan di perusahaan tersebut.

Jika perusahaannya sehat, maka saham kamu akan memiliki nilai jual yang tinggi karena bisa menghasilkan dividen yang besar. Hal itulah yang menjadi daya tarik investasi dalam bentuk saham, baik dalam porsi kepemilikan kecil atau kamu memang pendirinya dan sekaligus pemegang saham tertinggi dalam perusahaan tersebut.

Berikut jenis jenis saham yang terbagi menjadi tiga berdasarkan karakternya masing – masing yang perlu diketahui sebelum memulai investasi.

1. Jenis Saham Dilihat Dari Segi Kemampuan Dalam Hak Tagih Atau Klaim

  • Saham Biasa (Common Stocks)

Jenis Saham Biasa ini memiliki karakteristik yaitu dapat melakukan klaim kepemilikan pada semua penghasilan dan aktiva yang dimiliki suatu perusahaan. Meski demikian, pemilik atau pemegang Saham Biasa ini hanya memiliki kewajiban yang terbatas.

  • Saham Preferen (Preferred Stocks)

Jenis Saham Preferen ini dirancang sebagai gabungan antara obligasi dan jenis Saham Biasa. Secara umum, karakteristiknya serupa dengan jenis Saham Biasa yang dapat mewakili kepemilikan ekuitas dan diterbitkan tanpa tanggal jatuh tempo yang tercantum diatas lembaran saham tersebut, dan membayar dividen.

2. Jenis Saham Dilihat Dari Segi Cara Peralihannya

  • Saham Atas Unjuk (Bearer Stocks)

Secara fisik, pada jenis Saham Atas Unjuk ini tidak tercantum nama pemiliknya. Hal itu bertujuan agar saham mudah dipindahtangankan dari satu investor ke investor lain. Banyak investor yang memiliki jenis saham ini dengan tujuan untuk diperjualbelikan kembali.

  • Saham Atas Nama (Registered Stocks)

Jenis saham ini kebalikan dari Jenis Saham Atas Nama. Pada Registered Stocks ini tercantum jelas nama pemegang saham diatas kertas dan cara peralihannya juga harus melalui prosedur tertentu.

3. Jenis Saham Dilihat Dari Segi Kinerja Perdagangan

  • Blue Chip Stocks

Banyak investor yang memburu jenis saham ini karena berasal dari perusahaan yang memiliki reputasi tinggi, sebagai petinggi di industrinya, serta memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar dividen.

  • Income Stocks

Jenis saham ini pun memiliki kelebihan dalam hal kemampuan membayar dividen yang lebih tinggi dari rata – rata dividen yang dibayarkan pada periode sebelumnya.

  • Growth Stocks

  • Well-Known

Jenis saham yang serupa dengan blue chip ini memiliki pertumbuhan pendapatan yang tinggi, sebagai petinggi di industri sejenis dan dikenal sebagai perusahaan bereputasi tinggi.

  • Lesser-Known

Meski bukan petinggi dalam industri, namun jenis saham Lesser-Known ini tetap memiliki ciri growth stock. Biasanya merupakan saham dari suatu perusahaan daerah dan tidak terlalu populer dikalangan emiten.

  • Speculative Stocks

Jenis saham ini patut dicoba oleh investor dengan profil resiko high risk. Speculative Stocks ini berpotensi menghasilkan laba tinggi dimasa depan, namun penghasilan yang akan didapatkan dari tahun ke tahunnya tidak konsisten.

  • Counter Cyclical Stocks

Sementara jenis saham ini yang paling stabil saat kondisi ekonomi sedang bergejolak karena tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro ataupun situasi bisnis secara umum.

Contohnya, saat terjadi resesi ekonomi, maka harga saham jenis ini tetap tinggi, dimana emitennya mampu memberikan dividen tinggi. Hal itu bisa terjadi sebagai akibat dari kemampuan emiten dalam mendapatkan penghasilan yang tinggi pada masa resesi.