Konsep Akad Fintech Syariah  

Jika berbicara tentang konsep Syariah, tentu saja kita tidak bisa melewatkan konsep akad. Yap, akad merupakan salah satu patokan terjadinya aktivitas keuangan secara Syariah. Oleh sebab itu, dalam proses penggunaan fintech Syariah ini anda wajib memahami sejumlah akad yang ada agar proses keuangan dapat dianggap sah dan halal.

Konsep Akad Fintech Syariah

Fintech Indonesia tentu saja mengeluarkan produk fintech Syariah mengingat Indonesia memiiki pengguna produk Syariah yang tinggi. Sehingga, dengan tingginya penggunaan produk Syariah, maka konsep Syariah tersebut harus dipahami dengan baik. Salah satu konsepnya adalah konsep akad Syariah yang terdiri atas berbagai hal berikut:

1) Akad Jual – Beli

Akad pertama yang dimiliki oleh konsep akad fintech Syariah adalah akad jual – beli (al – bai’). Dimana, akad jual beli ini memuat unsur pemindahan kepemilikan objek atau sesuatu yang ditukarkan kembali menjadi objek lainnya berupa barang atau harga. Dalam hal ini tentu saja, terjadi pertukaran uang yang dianggap sebagai barang atau harga.

2) Akad ijarah

Akad selanjutnya yang digunakan dalam konsep fintech Syariah adalah akad ijarah. Dimana, akad ijarah ini memiliki artian perpindahan manfaat dari suatu objek atau barang atau jasa dalam waktu tertentu dengan pergantian biaya berupa upah atau gaji atau dikenal sebagai ujirah. Tentu saja, akad ijarah ini dilakukan apabila fintech memuat fasilitas transfer yang membebankan biaya administrasi dalam fasilitas tersebut. Umumnya, seperti fintech pembayaran digital, proses transfer memuat unsur akad ijarah dengan biaya transfer berupa 2.500 – 4.000 rupiah.

3) Akad Musyarakah

Akad musyarakah merupakan akad selanjutnya yang terdapat pada penggunaan fintech. Dimana, pada akad musyarakah ini didapat keuntungan yang akan dibagi rata bagi seluruh pengguna fintech dan pemilik fintech. Begitu pula dengan kerugian, dimana tidak ada salah satu pihak yang akan dibebankan akan kerugian tersebut melainkan keduanya.

Ketiga akad di atas merupakan jenis – jenis akad yang ada pada fintech Syariah dan wajib anda pahami sebab menjadi patokan apakah suatu produk fintech itu Syariah apa tidak. Jadi, apakah anda memahami akad – akad fintech Syariah di atas?