Pentingnya BI Checking Sebagai Syarat Pengajuan Berbagai Kredit ke Lembaga Perbankan dan Keuangan

Jika kamu sedang berurusan dengan perbankan atau lembaga keuangan lain untuk mengajukan kredit pinjaman maka tidak asing dengan istilah BI Checking sebagai persyaratan yang diminta.

BI checking diperlukan untuk berbagai kredit baik berupa Kredit Pemilikan rumah (KPR), Kredit Tanpa Agunan (KTA), maupun credit card.

Apa Itu BI Checking

Sesuai dengan namanya, BI checking atau bagian dari Informasi Debitur Individual (IDI) merupakan catatan historis nasabah yang mencatat kolektibilitas atau lancar dan macetnya pembayaran kredit. Pengecekan atas kredit nasabah tersebut merupakan bagian dari Sistem Informasi Debitur atau SID.

Sebelumnya, hanya pihak bank dan lembaga keuangan yang terdaftar dalam BIK atau Biro Informasi Keuangan saja yang bisa mengakses SID. Akan tetapi, saat ini nasabah dapat melakukan pengecekanmandiri secara online.

Dalam BI Checking, kamu tidak hanya memperoleh informasi kredit macet  debitur, tetapi juga identitas debitur agunan, riwayat pembayaran cicilan, pemilik, pengurus badan usaha yang menjadi debitur, penjamin, serta fasilitas penyediaan dana atau pembayaran yang diterima.

Perubahan Menjadi SLIK Mandiri

Karena fungsi pengawasan perbankan saat ini sudah tidak lagi menjadi wewenang Bank Indonesia, SID berubah nama menjadi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang dikelola oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

BI Checking Mandiri yang bisa dilakukan calon pemohon kredit bisa dilakukan melalui sistem SLIK tersebut. Untuk bagaimana caranya, kunjungi Cara Cek BI Checking Mandiri.

Skor Kredit Hasil BI Checking

Berikut adalah skor menurut pengecekan sebagai acuan diterima atau ditolaknya ajuankredit:

  • Skor 1 : kredit lancar
  • Skor 2 : kredit dalam perhatian khusus (DPK), artinya ada tunggakan cicilan 1 hari sampai 90 hari
  • Skor 3 : kredit tidak lancar, tunggakan cicilan 91 hari sampai 120 hari
  • Skor 4 : kredit diragukan, tunggakan cicilan 121 hari sampai 180 hari
  • Skor 5 : kredit macet, tunggakan debitur mencapai lebih dari 180 hari.

Jika calon debitur mendapat skor 3 sampai 5 maka masuk dalam black list BI Checking dan ajuan akan ditolak.