Pelajari cara main Roamer yang benar di MLBB agar tidak jadi “tukang mati”. Panduan lengkap tentang rotasi, map control, timing war, dan cara membuka vision untuk menang.
Banyak orang masih menganggap Roamer itu cuma “tukang body”, “tukang buka war”, dan akhirnya “tukang mati”. Padahal, Roamer yang benar justru adalah salah satu role paling penting untuk menang—karena dia yang mengatur tempo game, membuka map, mengamankan objektif, dan menjaga core supaya bisa farming dengan aman.
Roamer yang asal maju dan mati bukan sedang membantu tim. Itu justru bikin tim kehilangan map control, kehilangan vision, dan gampang di-pickoff. Karena itu, kalau kamu ingin jadi Roamer yang benar-benar berguna, kamu harus paham bahwa tugas utama Roamer bukan mati… tapi membuat tim unggul lewat keputusan yang tepat.
Artikel ini akan membahas cara main Roamer yang benar agar kamu tidak jadi “tukang mati”, tapi jadi penentu kemenangan.
1. Mindset yang Benar: Roamer Itu Pengatur Tempo, Bukan Korban Gratis
Kalimat yang harus kamu tanam:
Roamer bukan harus mati, Roamer harus menciptakan keuntungan.
Kalau kamu mati tapi tim tidak dapat apa-apa (tidak dapat kill, tidak dapat objektif, tidak dapat posisi), itu namanya rugi. Roamer yang bagus selalu berpikir:
- kalau aku masuk war sekarang, apa yang tim dapat?
- kalau aku buka map, siapa yang bisa follow?
- kalau aku sacrifice, apakah worth atau cuma buang nyawa?
Roamer itu “otak kedua” di tim, bukan sekadar tameng.
2. Tugas Utama Roamer: Vision dan Informasi
Vision itu hal yang sering tidak disadari pemain rank bawah. Padahal, tim yang menang biasanya bukan yang paling jago mekanik, tapi yang paling banyak dapat informasi.
Roamer harus:
- buka map area jungle lawan
- cek posisi jungler lawan
- amankan semak-semak penting
- kasih info lewat ping (bukan diam)
- mencegah gank dengan presence
Kalau kamu tidak membuka map, core kamu farming dalam ketakutan, dan tim kamu main “buta”.
3. Rotasi yang Benar: Jangan Nempel 1 Orang Terus
Kesalahan umum: Roamer nempel gold lane terus sampai 5 menit. Akhirnya: mid kalah, turtle lepas, jungler tidak bisa contest.
Rotasi dasar yang lebih benar biasanya:
- bantu mid clear cepat
- cek arah jungler (lawan dan tim)
- ikut contest turtle pertama
- bantu lane yang butuh pressure atau butuh diselamatkan
Bukan berarti kamu tidak boleh bantu gold lane, tapi kamu harus tahu kapan harus pindah. Roamer itu mobilitas—kalau kamu statis, kamu kehilangan fungsi.
4. Timing War: Buka War Itu Harus Ada Follow-Up
Roamer yang asal engage tanpa lihat posisi teman biasanya mati sia-sia.
Sebelum kamu buka war, cek:
- apakah damage dealer kamu siap?
- apakah skill penting mereka lagi cooldown?
- apakah musuh sedang kuat (power spike) atau lagi lemah?
- apakah kamu punya backup vision?
- apakah posisi kamu membuat tim aman untuk follow?
Kalau tim kamu belum siap, kadang keputusan terbaik adalah hold skill dan zoning, bukan langsung masuk.
5. Cara “Body” yang Benar: Lindungi Core, Bukan Jadi Tumbal
Body yang benar bukan berarti kamu harus selalu berdiri paling depan sampai mati. Body yang benar adalah:
- menahan skill berbahaya untuk core
- zoning assassin agar tidak masuk ke backline
- membuka jalan rotasi aman
- membuat musuh takut masuk war
Misalnya musuh punya assassin yang incar marksman, tugas kamu adalah memotong akses mereka, bukan kejar tank musuh.
6. Objective Control: Roamer Wajib Paham Turtle dan Lord
Game MLBB bukan hanya kill. Banyak game menang karena objektif. Roamer yang bagus selalu punya awareness:
- kapan turtle spawn
- kapan lord muncul
- kapan harus zoning saat retri fight
- kapan harus buka map sebelum objektif dimulai
Tips penting:
- datang lebih dulu sebelum turtle/lord
- kuasai semak-semak sekitar objektif
- jangan buang skill CC untuk hal tidak penting sebelum retri fight
- kalau kalah posisi, jangan maksa war
Roamer yang menang objektif = Roamer yang menang game.
7. Roamer Tidak Harus Tank: Support Roamer Juga Bisa “Gila”
Banyak yang pikir Roamer harus tank tebal. Padahal meta bisa berubah, dan Support Roamer bisa sangat kuat jika dimainkan benar.
Roamer Support biasanya unggul di:
- sustain tim saat war
- peel untuk core
- tempo fight lebih panjang
- meningkatkan survivability tim
Tapi ingat: walaupun support, kamu tetap harus punya map awareness dan rotasi cepat.
8. Kesalahan yang Bikin Roamer Terlihat “Feeding”
Supaya kamu tidak dicap “tukang mati”, hindari hal ini:
- engage sendirian tanpa backup
- buka map terlalu dalam tanpa info posisi musuh
- terlalu sering facecheck semak tanpa persiapan
- war saat tim belum siap atau skill penting belum ada
- fokus kill daripada zoning dan objective
- nempel satu lane terus sampai lupa map
Roamer itu bukan soal kill, tapi soal keputusan dan kontrol.
9. Cara Jadi Roamer yang “Kerasa” Impact-nya
Roamer yang bagus biasanya membuat tim merasa:
- farming jadi aman
- musuh tidak bebas rotasi
- turtle lebih gampang didapat
- core bisa scaling dengan nyaman
- war terasa lebih mudah karena musuh terkena CC tepat waktu
Kalau kamu bisa membuat kondisi itu terjadi, kamu bukan “tukang mati”—kamu adalah alasan tim bisa menang.
Kesimpulan
Role Roamer bukan tukang mati. Roamer adalah pengatur tempo, pembuka map, penjaga core, dan pengontrol objektif. Kalau kamu hanya maju lalu mati tanpa hasil, itu bukan bermain Roamer—itu hanya membuang nyawa.
Main Roamer yang benar berarti:
- buka vision dan beri informasi
- rotasi cepat dan fleksibel
- engage saat tim siap
- lindungi core dan kontrol objective
- pilih keputusan yang memberi keuntungan, bukan sekadar “berkorban”
Kalau kamu menguasai hal ini, kamu akan jadi Roamer yang bukan cuma dihargai tim, tapi juga bisa membawa tim menang walaupun kamu tidak banyak kill.
Baca juga :











Leave a Reply