Tips Traveling Untuk Penyandang Difabel, Pasti Aman!

Pergi rekreasi memang menjadi langkah paling ampuh untuk mengusir rasa bosan dan jenuh dengan aktivitas sehari-hari yang itu-itu saja. Nah, sebelum pergi liburan, ada beberapa tips traveling untuk penyandang difabel agar tetap bisa menikmati liburan dengan nyaman, aman dan menyenangkan.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga tengah menggalakkan pengadaan fasilitas yang ramah difabel di tempat-tempat destinasi wisata. Nah, untuk mengetahui tips apa saja yang wajib diperhatikan sebelum traveling, berikut penjelasannya.

Tips Traveling Untuk Penyandang Difabel yang Aman

1. Lakukan Persiapan Jauh-Jauh Hari

Tips pertama yang dilakukan oleh teman-teman difabel sebelum melakukan traveling adalah melakukan persiapan dari jauh-jauh hari. Perencanaan perjalanan ini wajib dilakukan sedini mungkin, sehingga lebih leluasa dalam menentukan segala hal yang dibutuhkan.

Hal-hal yang perlu dipersiapkan dengan matang meliputi penginapan saat di kota tujuan wisata, lama perjalanan, transportasi ramah difabel yang ingin digunakan, dan kegiatan apa saja yang ingin dilakukan.

Untuk mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan selama liburan, kamu bisa melakukan riset dan survei terlebih dahulu. Kamu bisa searching di internet terlebih dahulu untuk mengetahui destinasi wisata mana saja yang ramah untuk difabel, sehingga liburanmu akan terasa lebih menyenangkan.

2. Lakukan Konsultasi Dengan Dokter

Sebelum melakukan traveling atau perjalanan jauh, pastikan untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter kepercayaan. Dengan melakukan konsultasi, teman-teman penyandang difabel dapat mempersiapkan stamina dan kesehatan agar tetap prima saat berada di kota tujuan.

Dokter akan memberikan pandangan dan saran sesuai dengan ketentuan medis tentang kondisi fisik dan kesehatan tubuh. Apabila diperlukan, dokter juga akan memberikan obat atau vitamin sesuai kebutuhan.

Pastikan sebelum pergi traveling sudah memiliki asuransi kesehatan yang memadai. Dengan adanya asuransi kesehatan, perjalanan selama liburan akan lebih nyaman dan aman.

3. Pastikan Keamanan Transportasi yang Digunakan

Memastikan keamanan transportasi yang akan digunakan saat bepergian jauh atau traveling ini wajib hukumnya. Hal seperti ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi teman-teman yang memiliki keterbatasan fisik yang harus membutuhkan alat bantu seperti kursi roda, kruk, atau kaki palu.

Untuk itu, pastikan ingin menggunakan alat transportasi apa saja saat pulang-pergi atau saat berada di lokasi wisata. Untuk kenyamanan dan keamanan yang lebih terjamin, maka disarankan untuk menggunakan mobil pribadi dengan supir atau kerabat yang menemani.

Kamu juga bisa memiliki kota tujuan wisata yang sudah ramah difabel sehingga akses dan mobilitasmu menjadi lebih mudah. Di beberapa kota yang memiliki banyak tujuan wisata juga sudah tersedia taksi dan bus yang ramah untuk difabel.

4. Gunakan Jasa Biro/Agen Perjalanan Khusus

Berlibur seorang diri atau me time memang menyenangkan. Namun, hal itu cukup berisiko bagi teman-teman penyandang disabilitas yang ingin menghabiskan waktu liburan di tempat-tempat baru. Selain menggunakan mobil dan supir pribadi, jasa travel agent juga menjadi solusi yang tepat.

Carilah jasa atau biro perjalanan yang sudah berpengalaman dalam mendampingi penyandang difabel, sehingga perjalanan selama berwisata menjadi lebih nyaman dan tentunya aman.

5. Bawa Kartu Khusus Difabel Darurat

Bagi teman-teman yang memiliki keterbatasan fisik biasanya memiliki kartu khusus difabel yang berisi informasi tentang data diri, nomor kontak darurat, dan kondisi medis yang dialami. Apabila belum memilikinya atau tidak mendapatkannya dari rumah sakit, kartu difabel ini bisa dibuat sendiri.

Simpanlah kartu identitas ini di dompet atau tempat-tempat yang mudah ditemukan. Dengan begitu, apabila terjadi suatu hal yang tidak diinginkan, maka akan lebih mudah menghubungi kontak darurat atau kontak kerabat dekat.

6. Tetap Jalin Komunikasi Dengan Orang Terdekat

Pergi liburan atau traveling sendirian akan berisiko bagi teman-teman penyandang difabel apabila tidak memberitahu keluarga atau orang-orang terdekat. Demi keamanan dan kenyamanan selama perjalanan, pastikan untuk terus menjalin komunikasi dengan orang terdekat.

Selalu beri kabar kepada keluarga atau kerabat tentang keberadaan posisimu sebagai langkah antisipasi terhadap hal-hal yang tidak diinginkan. Perlu diingat juga agar tidak memaksakan diri untuk berwisata jika tidak punya cukup waktu, biaya, dan kondisi tubuh yang prima.

Tips traveling untuk penyandang difabel di atas bisa menjadi panduan dan referensi agar perjalanan wisata tetap aman dan menyenangkan. Demi keamanan dan keselamatan diri, pilihlah destinasi wisata yang tidak terlalu jauh dan sudah dilengkapi fasilitas ramah difabel.